Showing posts with label Komunitas Peduli Alam. Show all posts
Showing posts with label Komunitas Peduli Alam. Show all posts

Thursday, June 5, 2014

Blank 75, Zona Kematian Di Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur Indonesia memang menjadi salah satu gunung wajib didaki bagi para pendaki lokal maupun internasional. Indah dan megahnya Semeru lah yang menarik minat tersebut. Tetapi dibalik semua itu, ada bahaya yang mengancam. Dari mulai luka - luka hingga nyawa yang melayang. Dan yang paling mengenaskan ialah mereka yang tidak kembali saat

Sekumpulan Batu Misteri Di Lereng Gunung Lawu

Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak zaman dahulu dipercaya sebagai sumber dari semua kebudayaan yang ada. Termasuk diyakini oleh masyarakat Jawa sebagai sumber atau pusat kekuatan gaib yang melindungi peradaban manusia.
Terkait peradaban manusia di seputar Gunung Lawu, banyak ditemukan fosil ataupun peninggalan dari zaman purba. Baik itu fosil manusia purba, fosil binatang purba, bahkan

Wednesday, June 4, 2014

Renungkan Kembali (Mengapa Kita Harus Naik Gunung)

Manusia selalu takut akan bencana serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan olehnya namun tanpa disadarinya kerusakan yg paling parah justru berasal dari dalam manusia itu sendiri. Alam bisa mengontrol dirinya sendiri sementara tanpa kita sadari bencana kemanusiaan yang paling parah justru berasal dari manusianya itu sendiri.

Sosok pencinta alam sebagaimana yang kita ketahui adalah sosok yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam  menjaga serta

Sunday, December 15, 2013

TRAGEDI DI KETINGGIAN SUNYI (GN. SALAK, 21 MARET 1987)

HINGGA Selasa pagi pekan itu, dua liang masih menganga terbuka di Taman Pemkaman Umum (TPU) Penggilingan, Rawamangun, Jakarta. Itulah pertanda bahwa Irvan Supandi dan Ahmad Rudiat masih berada jauh tinggi di sana, di Gunung Salak, entah mati entah hidup. Itu juga berarti ratusan pecinta alam masih terus menyusur Sungai Cibadak di gunung itu, tempat jenazah rekan mereka, yang sudah mengisi empat kuburan baru di sebelah kedua liang kosong tadi, ditemukan

Saturday, December 14, 2013

[ DES, 2009 ] CATATAN HARIAN TERAKHIR PENDAKI YANG HILANG DI CIKURAY

Pencarian Reni Komalasari (18) selama tujuh hari, seorang pecinta alam asal Tangerang Banten yang hilang di Gunung Cikuray kabupaten Garut, Jawa Barat sejak 20 Desember 2009 lalu, untuk sementara terpaksa dihentikan, Sabtu (23/1).

Untuk sementara Reni Komalasari (18) dinyatakan menghilang di tengah belantara hutan rimba campuran berketinggian 2.600 mdpl, sambil menelusuri perkembangan informasi selanjutnya dari hasil

Pendakian Terakhir Norman Edwin

Pendakian Terakhir Norman Edwin yang bersama Didiek Samsu seperti yang kita tahu, telah menjadi benar-benar terakhir dan kini telah menggapai puncak tertinggi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemudian, apa yang terjadi selama empat hari dipuncak Aconcagua ketika badai salju mengamuk dan Norman Edwin dan Didiek Samsu berada disana?
Norman Edwin ditemukan di ketinggian 6.650 meter, hanya sekitar 300 meter dariPuncak Aconcagua. Ia telungkup menghadap ke puncak, dalam posisi masih mendaki. Di tangannya masih tergenggam kapak es, dan di punggungnya masih tergendong ransel merah yang di dalamnya tersimpan bendera Mapala UI yang sedianya akan dikibarkannya di puncak. Sampai napas terakhirnya, pendaki berusia 37 tahun itu masih mencoba untuk pantang menyerah.
Berita kematian Norman sampai di Posko Musibah Aconcagua di Jakarta esok harinya, Selasa 3 April 1992. Seorang pegawai

Friday, December 13, 2013

CATATAN PENDAKIAN

Tragedi MAPAGAMA (Gunung Slamet), Februari 2001

Adalah mereka Turniadi (Dodo), Masrukhi, Dewi Priamsari, Bagus Gentur Sukanegara, Ismarilianti (Iis), Bregas Agung, dan Ahmad Fauzan. Mereka berangkat Minggu tanggal 4 Pebruari 2001 pagi dari Gelanggang Mahasiswa UGM ke Stasiun Lempuyangan menuju Bumiayu. Diselingi makan siang, mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di Pengasinan sekitar pukul 15.30. Dari Pengasinan menuju desa awal pendakian Desa Kaliwadas yang berjarak 7 km ditempuh dengan

Tuesday, November 26, 2013

5 Film Pendakian Gunung Terbaik

Selama ini film dengan tema pendakian gunung memang tak sepopuler film - film bertema lain seperti film percintaan atau film action. Tetapi walaupun begitu, ada cukup banyak film - film yang bertemakan tentang pendakian gunung. Baik bergenre dokumenter, action, horror, thriller, ataupun drama. Dari banyak judul tersebut, ada 5 Film Pendakian Gunung Terbaik menurut kami.

1. Nordwand a.k.a The North Face.

Bercerita tentang 2 pendaki Jerman ambisius, Max Mehringer dan Karl Sedlmayer yang mencoba mendaki dinding utara Eiger, dijaman dimana Nazi menjadi partai yang berkuasa di Eropa. Keterbatasan peralatan dan teknik, kedua pendaki yang membawa nama Jerman ini mati di tengah gunung, ketika orang orang di basecamp pendakian berpesta atas keberanian mereka mendaki gunung maut tersebut. Tragis dan ironis. Setelah kematian mereka, pendakian ke gunung Eiger ini ditutup, tapi tak mampu menahan ambisi para pendaki, karena "the first men to summit will be celebrated as Olympic heroes", and so the battles cry echoes through Europe: Attack the Eiger North Face!!!. Film ini diangkat dari kisah nyata, dan dikisahkan dalam film yang luar biasa, dramatis, dan

Tuesday, November 19, 2013

ETIKA MENDAKI GUNUNG

Mendaki gunung adalah sebuah hobi sekaligus olahraga yang memerlukan persiapan fisik yang matang, mental yang kuat dan perlengkapan yang cukup komplit dan berat untuk dibawa. Termasuk kesiapan pengetahuan dan manajemen perjalanan dan informasi juga harus di miliki oleh seorang pendaki.

Dalam melakukan sebuah perjalan inilah ada baiknya ada beberapa hal yang memang harus dilakukan oleh seorang pendaki :

  1. Melapor terlebih dahulu ke petugas pos pendakian dimana kita

Saturday, October 6, 2012

Kode Etik Pencinta Alam Indonesia

Bicara tentang KEPAI, (Kode Etik Pencinta Alam Indonesia) saya teringat ucapan seorang aktifis lingkungan hidup Jember bernama Daenuri. Dia mengatakan begini pada saya. “Meskipun saya tidak ikut membuat, merumuskan dan mengesahkan KEPAI, tapi saya sangat setuju dengan isi di dalamnya. Seandainya setiap pencinta alam tahu, mengerti dan paham tentang apa itu KEPAI, tidak perlulah mereka merumuskan lagi aturan lain, entah itu ikrar atau hal hal semacamnya. Cukuplah KEPAI itu saja sebagai pegangan seorang pencinta alam.

Sejarah Pencinta Alam Indonesia dan Istilahnya


Ada banyak catatan tentang sejarah pencinta alam di Indonesia. Hanya dengan bermodalkan membuka mesin pencari kemudian mengetikkan kata kunci ’sejarah pencinta alam’ maka akan ada banyak tulisan yang bisa kita lahap. Tapi jika kita tarik kesimpulan, maka data tertua mengenai sejarah pencinta alam di Indonesia tercatat tahun 1912.

Dimulai dengan De Nederlandsh Indische Vereneging Tot Natuur Rescherming,